Wednesday, January 30, 2013

Cerita dari mas Agung sang pejuang warung Hik

Sudah 6 bulan lebih aku sering berkunjung ke warung ini, di tepi jalan dekat rumah kontrakanku, warung yang selalu disinggahi para buruh pabrik, sopir-sopir kendaraan angkutan barang maupun penumpang, warung yang tepat untuk sejenak melepas lelah dan bercengkrama, tak jarang beberapa kaum yang dipandang cukup elite juga mampir ke warung ini, sejenak melupakan setatus sosial, berbincang berbagi pengalaman dan ilmu, atau sekedar bercerita tentang apa saja, beberapa pelanggan memang sudah saling mengenal, walau ada pengunjung baru, selalu menjadi akrab disini, entah tua atau muda, entah dari mana latar belakang kehidupannya, kami duduk di bangku yang sama disini, aku begitu senang dapat diterima dengan baik disini, walau awalnya dulu aku hanya mampir sebentar untuk meneguk kopi, aku lebih sering diam dan mendengar pembicaraan mereka, dan ternyata aku sangat kagum pada bapak-bapak ini.
Karena tertarik, aku selalu menyempatkan mampir ke warung ini, lalu mas agung mulai membuka pembicaraan kami dengan beberapa pertanyaan, padahal aku ke warung itu sekitar 4 atau 5 kali, namun beliau sangat ramah, sang empunya warung ini memang banyak pengalaman dalam kehidupan sosial masyarakat padahal usianya masih terbilang muda, saat itu ada 3 pengunjung, ada dua bapak-bapak yang ngobrol soal pekerjaan mereka sambil sesekali menyeruput kopi panas di depan mereka, aku masih asyik berdiskusi dengan mas Agung, ternyata 2 pengunjung lain itu telah berhenti dan menyimak pembicaraan kami, dengan nada yang penuh semangat mereka ikut dalam debat kami ini, tak mempedulikan siapa, mereka selalu mengakrabkan diri dalam setiap obrolan.
Semakin lama, aku semakin mengenal para pengunjung lain, semua sama semua orang yang ramah, mudah mengakrabkan diri, walau kadang warung ini terasa sepi hanya aku dan mas Agung, rasanya waktu semalam itu kurang, cerita-cerita mas Agung sering kali harus terputus karena waktu semakin mendekati fajar, dan kami harus segera pulang, memang seperti inilah citra masyarakat disini, orang indonesia yang ramah, itulah yang dikatakan mas agung ~berbagi, entah itu harta, ilmu, pengalaman atau apapun itu yang berguna bagi orang lain, berbagilah dengan senang hati, karena berbagi tidak akan membuat kita miskin ataupun berkurang, namun pasti akan bertambah, entah cepat atau lambat, yang pasti kita akan bertambah saudara yang mungkin akan menolong kita kelak~
Quotes : saat ada yang menengadahkan tangan dihadapanmu, maka ulurkan tanganmu untuk membantu mereka, karena saat itu kamu telah dibukakan pintu keberkahan oleh-Nya

No comments:

Post a Comment